Didorong Panen dan Harga Tinggi
BANJARMASIN - Ekspor komoditas unggulan Kalimantan Selatan pada triwulan II 2011 mencatat peningkatan tajam, khususnya minyak mentah kelapa sawit (CPO). Hal yang sama juga terjadi pada dua komoditas lainnya, yakni batubara dan karet.
Dalam kegiatan Diseminasi Kajian Ekonomi Regional Kalsel Triwulan II 2011, Peneliti Ekonomi Madya Senior Bank Indonesia (BI) Banjarmasin mengumumkan ekspor CPO mencapai 269 ribu ton dengan nilai USD 315 juta atau tumbuh 143,4 persen dibanding periode yang sama tahun 2010 atau year on year (yoy). Pada triwulan I 2011, ekspor CPO hanya naik 1,6 persen (yoy) dengan volume 130 ribu ton dan nilai ekspor sekitar USD 150 juta.
Sedangkan ekspor batubara mengalam pertumbuhan 35,14 persen dengan volume mencapai 28,7 juta ton dan nilai ekspor USD 2 miliar. Pada triwulan I 2011, ekspor batubara turun 10,99 persen (yoy) dengan volume 22,128 juta ton dan nilai sekitar USD 1,6 miliar.
Untuk ekspor karet, volumenya naik dari 27 ribu ton pada triwulan I 2011 menjadi 30 ribu ton. Pada triwulan II 2011, ekspor karet tumbuh 12,13 persen (yoy) dengan nilai USD 145 juta, setelah pada triwulan I 2011 hanya tumbuh 8,84 persen (yoy) dengan nilai sekitar USD 130 juta.
Secara umum, ekspor Kalsel pada triwulan II 2011 meningkat 12,05 persen (yoy) atau mengalami perbaikan karena kinerja ekspor Kalsel pada triwulan I 2011 turun 0,61 persen (yoy).
Taufik menjelaskan, membaiknya produktivitas sektor pertambangan batubara didorong oleh faktor cuaca yang mendukung. Sedangkan lonjakan ekspor komoditas perkebunan dipicu oleh adanya masa panen dan harga komoditas yang terjaga pada level tinggi. Kondisi ini pula yang berkontribusi besar dalam menciptakan angka pertumbuhan ekonomi yang cukup baik pada triwulan II 2011, yani sebesar 6,15 persen (yoy), lebih tinggi dari triwulan sebelumnya sebesar 5,99 persen.
Sementara itu, pertumbuhan ekonomi Kalsel triwulan III 2011 diperkirakan akan berada pada kisaran 6,3 persen-6,7 persen. Beberapa faktor pendorongnya adalah cuaca yang bersahabat sehingga membawa dampak positif bagi produksi pertanian dan membaiknya produktivitas tambang batubara seiring berkurangnya curah hujan selama 2011. Di samping itu, harga komoditas ekspor unggulan Kalsel, yakni batubara, CPO, dan karet diyakini tetao akan terjaga pada level tinggi.
BANJARMASIN - Ekspor komoditas unggulan Kalimantan Selatan pada triwulan II 2011 mencatat peningkatan tajam, khususnya minyak mentah kelapa sawit (CPO). Hal yang sama juga terjadi pada dua komoditas lainnya, yakni batubara dan karet.
Dalam kegiatan Diseminasi Kajian Ekonomi Regional Kalsel Triwulan II 2011, Peneliti Ekonomi Madya Senior Bank Indonesia (BI) Banjarmasin mengumumkan ekspor CPO mencapai 269 ribu ton dengan nilai USD 315 juta atau tumbuh 143,4 persen dibanding periode yang sama tahun 2010 atau year on year (yoy). Pada triwulan I 2011, ekspor CPO hanya naik 1,6 persen (yoy) dengan volume 130 ribu ton dan nilai ekspor sekitar USD 150 juta.
Sedangkan ekspor batubara mengalam pertumbuhan 35,14 persen dengan volume mencapai 28,7 juta ton dan nilai ekspor USD 2 miliar. Pada triwulan I 2011, ekspor batubara turun 10,99 persen (yoy) dengan volume 22,128 juta ton dan nilai sekitar USD 1,6 miliar.
Untuk ekspor karet, volumenya naik dari 27 ribu ton pada triwulan I 2011 menjadi 30 ribu ton. Pada triwulan II 2011, ekspor karet tumbuh 12,13 persen (yoy) dengan nilai USD 145 juta, setelah pada triwulan I 2011 hanya tumbuh 8,84 persen (yoy) dengan nilai sekitar USD 130 juta.
Secara umum, ekspor Kalsel pada triwulan II 2011 meningkat 12,05 persen (yoy) atau mengalami perbaikan karena kinerja ekspor Kalsel pada triwulan I 2011 turun 0,61 persen (yoy).
Taufik menjelaskan, membaiknya produktivitas sektor pertambangan batubara didorong oleh faktor cuaca yang mendukung. Sedangkan lonjakan ekspor komoditas perkebunan dipicu oleh adanya masa panen dan harga komoditas yang terjaga pada level tinggi. Kondisi ini pula yang berkontribusi besar dalam menciptakan angka pertumbuhan ekonomi yang cukup baik pada triwulan II 2011, yani sebesar 6,15 persen (yoy), lebih tinggi dari triwulan sebelumnya sebesar 5,99 persen.
Sementara itu, pertumbuhan ekonomi Kalsel triwulan III 2011 diperkirakan akan berada pada kisaran 6,3 persen-6,7 persen. Beberapa faktor pendorongnya adalah cuaca yang bersahabat sehingga membawa dampak positif bagi produksi pertanian dan membaiknya produktivitas tambang batubara seiring berkurangnya curah hujan selama 2011. Di samping itu, harga komoditas ekspor unggulan Kalsel, yakni batubara, CPO, dan karet diyakini tetao akan terjaga pada level tinggi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar