A good journalist is not the one that writes what people say, but the one that writes what he is supposed to write. #TodorZhivkov

Minggu, 28 Agustus 2011

SPBU Naikkan Stok Premium Dua Kali Lipat

BANJARMASIN – Konsumsi bahan bakar minyak (BBM) jenis premium di Kalimantan Selatan pada masa arus mudik dan arus balik Idulfitri tahun ini diperkirakan tidak akan mengalami kenaikan tajam. Berkaca pada pengalaman tahun 2010 lalu, konsumsi premium pada H-7 dan H+7 Lebaran justru turun enam persen. Sedangkan selama bulan Ramadan, konsumsi premium hanya naik satu persen.
Meski demikian, pengusaha SPBU tetap diinstruksikan untuk memperbanyak stok guna mengantisipasi lonjakan yang mungkin terjadi. Pertamina sendiri mengestimasi kebutuhan premium Lebaran tahun ini akan naik sekitar 13 persen, dari normalnya 1.350 KL perhari menjadi 1.520 KL perhari.
Ketua Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Kalsel Addy Chairuddin Hanafiah kemarin mengatakan, para pengusaha rata-rata telah meningkatkan pembelian hingga dua kali lipat sejak H-5 Lebaran.
“Kita sudah persiapkan bila ada peningkatan konsumsi saat Lebaran, khususnya antara H-5 sampai dengan H+5. Pasokan akan disesuaikan dengan kebutuhan,” ujarnya.
Menurutnya, puncak penjualan BBM jenis premium biasanya terjadi pada H-1. Sedangkan tepat di hari H, penjualan premium malah sepi.
“Kalau solar sudah pasti akan terjadi penurunan yang luar biasa saat Lebaran, karena angkutan untuk kegiatan ekonomi seperti sembako dan bahan bangunan libur,” katanya.
Pada Lebaran tahun lalu, Pertamina mencatat konsumsi solar turun 47 persen. Sedangkan selama Ramadan, konsumsi solar hanya naik enam persen.
Untuk operasional SPBU saat Lebaran nanti, Adi mengatakan akan buka seperti biasa, kecuali pada jam Salat Ied.
“Jadi, masyarakat tidak perlu khawatir, pasokan BBM di seluruh Kalsel saat Lebaran akan terpenuhi dengan baik,” janjinya.
Guna memastikan hal tersebut, Hiswana Migas bersama Pertamina juga telah membentuk satuan tugas (satgas) yang akan bekerja mulai H-7 sampai dengan H+7 Lebaran.
“Tugasnya memantau mulai dari DO (delivery oder, pesanan, Red), stok masing-masing SPBU, dan pembelian oleh masyarakat,” terangnya.
Sementara itu, konsumsi BBM jenis premium di Kalsel pada awal bulan puasa lalu cenderung mengalami penurunan. Para pengusaha SPBU pun umumnya tidak melakukan penambahan pasokan untuk premium.
“Penurunan kemungkinan disebabkan karena berkurangnya aktivitas masyarakat setelah memasuki Ramadan. Jadi, pasokan premium ya tetap seperti biasa,” ucapnya.

Tidak ada komentar: