A good journalist is not the one that writes what people say, but the one that writes what he is supposed to write. #TodorZhivkov

Minggu, 10 Oktober 2010

KBM Mulai Digarap

BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin tengah dikejar-kejar target untuk memenuhi luas ruang terbuka hijau (RTH) minimal 30 persen. Setelah menggenjot pembangunan RTH Kamboja, kini RTH Banjarmasin Bungas atau yang lebih dikenal dengan Kebun Binatang Mini (KBM) yang terletak di kawasan Jahri Saleh juga mulai digarap.
Rencananya, proyek yang dibiayai dari APBN dan diperkirakan menelan dana Rp 11,63 miliar tersebut akan memasuki tahap lelang pada bulan November mendatang. Dari desain yang ada, KBM akan dikembangkan sedemikian rupa sehingga menjadi kebun binatang yang ramah lingkungan sekaligus sebagai tempat rekreasi dan RTH.
Saat ini, pemkot sendiri juga tengah melakukan sedikit pembenahan dengan anggaran sebesar Rp 314 juta, antara lain pengurukan, pembuatan screen mini, rehab akuarium, serta pembuatan kandang buaya.
Kepala UPTD Poliklinik Hewan dan Kebun Binatang Mini, drh T Inayatsyah kemarin mengatakan bahwa bangunan utama akan tetap dipertahankan, sedangkan perombakan hanya terjadi pada area-area yang belum terbangun serta bagian-bagian yang dianggap sudah tidak representatif.
“Aliran sungai yang ada akan tetap dipertahankan, walau nanti sebagian ada yang ditutup tapi sebagian lagi diperbesar. Kandang yang sekarang masih sederhana, nanti dibikin lebih leluasa sehingga binatangnya tidak merasa dikerangkeng,” tuturnya.
Selain itu, fasilitas pendukung lainnya juga akan ditambah, seperti kolam renang anak, taman bermain, penataan kafetaria, dan yang paling penting penyiringan. Sedangkan koleksi binatang kemungkinan belum akan banyak berubah. Saat ini, KBM baru memiliki sekitar 30-an koleksi binatang, itupun bukan tergolong binatang langka, seperti beruang, burung onta, biawak, kuda, buaya, burung, orang utan, dan sebagainya.
“Penambahan koleksi hewan mungkin tidak, kecuali nanti rencananya akan ada ikan hias, tempatnya sudah ada. Masalahnya dengan kegiatan yang besar kita juga harus ikut membesarkan diri. Tapi kelanjutan anggarannya kan kita tidak tahu, jadi pelan-pelan saja. Bukan pemkot tidak mampu, tapi ada kegiatan lain yang lebih prioritas,” ujarnya.
Ditambahkannya, kalau anggaran sudah memungkinkan, baru pihaknya akan memikirkan penambahan koleksi binatang-binatang lainnya, khususnya yang bisa menarik pengunjung selain juga sebagai sarana edukasi bagi anak-anak. Di lain pihak, jumlah pengunjung KBM juga belum stabil.
KBM dibuka setiap hari dan tidak ada batasan waktu karena bagian belakangnya belum dipagar sehingga pengunjung bisa leluasa masuk kapan saja. Selain itu, mereka juga tak dikenakan tarif. Pengunjung terbanyak biasanya di akhir pekan, jumlahnya berkisar 40-50 orang.
“Saat ini kondisinya memang masih belum nyaman, tanahnya masih becek dan mainan yang ada belum ditempatkan pada posisinya. Ke depan kita harapkan pengunjungnya ramai setiap hari,” ucapnya.

Tidak ada komentar: