A good journalist is not the one that writes what people say, but the one that writes what he is supposed to write. #TodorZhivkov

Rabu, 31 Maret 2010

Tidak Roboh, Tapi Dirobohkan

BANJARMASIN - Sejumlah fakta menarik terungkap dari rapat dengar pendapat yang digelar Komisi IV DPRD Kota Banjarmasin kemarin dengan Kepala Sekolah SDN Kelayan Selatan 9, Asmiah Baseri serta dinas terkait untuk mengkaji lebih lanjut mengenai penyebab ambruknya salah satu kelas yang baru setahun dibangun di sekolah tersebut. Asmiah yang datang terlambat karena sebelumnya mendapat kunjungan mendadak dari kepolisian mengungkapkan bahwa tidak ada kelas yang ambruk, melainkan sengaja dirobohkan akibat fondasinya anjlok. Hal itu dilakukan atas anjuran Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin setelah menerima laporan mengenai kondisi tersebut. Rencananya, setelah dirobohkan, kelas itu akan dibangun lagi. Oleh sebab itu, Asmiah mengaku kaget ketika media ramai memberitakan bahwa sekolahnya ambruk.

“Tapi saya juga senang karena dengan begini orang-orang jadi tahu bagaimana kondisi sekolah kami. Mudah-mudahan sekolah kami bisa cepat diperbaiki,” tambahnya.

Selain itu, dikatakannya pula bahwa dana alokasi khusus atau DAK yang diterima sekolahnya pada tahun 2008 lalu tak mencukupi untuk melakukan seluruh rehabilitasi sehingga pihaknya harus menyediakan dana talangan secara swadaya.

Dari keterangan Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin Nor Ipansyah yang turut diundang dalam rapat dengar pendapat tersebut, pada tahun 2008 lalu DAK Pendidikan dibagikan secara sama rata kepada seluruh sekolah yang menerimanya, baik yang kondisinya rusak ringan maupun rusak berat, yaitu sebesar Rp 321.400.000. Sementara menurut petunjuk teknis (juknis) penggunaannya berdasarkan Permendiknas nomor 10 tahun 2008, DAK pendidikan digunakan secara swakelola oleh sekolah dan tanpa lelang, tapi hanya melibatkan komite sekolah dan dewan guru, sedangkan Disdik hanya berkewajiban untuk mengawasi.

Dari temuan di lapangan, Ketua Komisi IV DPRD Kota Banjarmasin, M. Fauzan usai rapat mengungkapkan banyak kepala sekolah yang mengaku kesulitan dalam mengelola DAK pendidikan ini sehingga hasil pembangunan yang dilakukan tidak maksimal.

“Untuk itu, kita harapkan ke depan ada bantuan dari Disdik dengan melakukan koordinasi dengan Dinas PU dalam hal teknis pelaksanaan pembangunan sekolah yang menggunakan anggaran DAK pendidikan, “ ujarnya.

(liputan tanggal 10 Februari 2010)

Tidak ada komentar: