A good journalist is not the one that writes what people say, but the one that writes what he is supposed to write. #TodorZhivkov

Selasa, 19 Oktober 2010

Angkot, Nasibmu Kini

Jumlah Kendaraan dan Rute Menurun Drastis

Untuk mengatasi kemacetan, transportasi publik merupakan solusi yang paling tepat. Kalau saja ada transportasi publik yang nyaman, orang tentu tidak mau repot-repot menggunakan kendaraan pribadi.

NAZAT FITRIAH, Banjarmasin

Tapi coba lihat bagaimana kondisi angkot yang ada di daerah kita saat ini. Usianya rata-rata sudah tua. Jalannya juga lambat karena sering berhenti. Tak heran jika masyarakat sekarang enggan naik transportasi publik yang satu ini. Akibatnya, eksistensi angkot pun kian lama kian tergerus.
“Angkot kita sudah tua, rata-rata usianya 14 tahun. Kami sudah berapa kali rapat dalam rangka peremajaan, tapi para pengusaha belum siap karena terkait dengan pendapatan mereka. Makan saja susah, apalagi kredit kendaraan,” ujar Kepala Dishubkominfo Kota Banjarmasin, Rusdiansyah.
Dari hasil pengujian untuk menentukan kelayakan sebuah angkot sesuai dengan UU nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ), dari jumlah angkot yang sebelumnya tercatat 961 angkot, kini tinggal sekitar 700-an. Sisanya ada yang rusak dan jadi bangkai, ada pula yang beralih fungsi jadi pick up.
Di samping karena kondisinya yang memprihatinkan, matinya angkot juga disinyalir karena pengaruh masuknya taksi argo. Sejak tahun lalu, ada sekitar 100 buah taksi argo yang beroperasi di wilayah Banjarmasin dan sekitarnya.
Selain itu, kredit motor yang semakin murah dan mudah juga membuat masyarakat lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi karena sudah barang tentu lebih nyaman dan praktis. Dengan jumlah penduduk lebih dari 700 ribu jiwa, jumlah kendaraan roda dua di Banjarmasin tercatat ada 249 ribu unit dan roda empat 54 ribu. Artinya, jika jumlah penduduk dan jumlah kendaraan dikalkulasi, setiap rumah pasti memiliki kendaraan pribadi, minimal roda dua.
Hal ini secara tak langsung berimbas pada matinya sejumlah rute angkot di Banjarmasin. Dari jumlah rute yang semula 53, dalam perkembangannya yang tersisa hanya 33 saja.
“Meski demikian, kami sebagai pembina tentu berkewajiban untuk membantu supaya tetap eksis,” ucap Kabid LLAJ Dishubkominfo Kota Banjarmasin, Mahmudi.
Dalam waktu dekat, pihaknya berencana untuk menambah tiga rute baru serta mengembangkan rintisan rute tetap.
“Menurut peraturan, kalau sudah ditetapkan, rute itu tidak boleh pindah. Tapi untuk pemerataan pendapatan, atas kesepakatan mereka sendiri, dipakai sistem rolling. Nah, supaya tidak terlalu melenceng, kami berencana membuat rintisan rute tetap dengan tahap awal rute Antasari-Kayutangi,” bebernya.
Bahkan, untuk kenyamanan pengunjung, angkot yang mangkal di terminal juga bakal dibatasi waktunya.
“Kalau mangkal, tidak jelas jalannya. Akhirnya, penumpang daripada menunggu lebih baik naik yang lain. Makanya, ke depan di terminal akan kita batasi sekian menit harus keluar, walaupun nanti pasti akan ada tentangan karena sudah menjadi kebiasaan selama bertahun-tahun,” tandasnya.

Tidak ada komentar: