A good journalist is not the one that writes what people say, but the one that writes what he is supposed to write. #TodorZhivkov

Selasa, 19 Oktober 2010

Dinsos Latih Relawan

Untuk Pendamping Korban KDRT

BANJARMASIN – Akhir bulan Oktober 2010 ini, Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Dinsosnaker) Kota Banjarmasin berencana mengadakan pelatihan relawan untuk pendamping korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).
Kabid Rehabilitasi Sosial Dinsosnaker Kota Banjarmasin, H Fahmi M Aini mengatakan bahwa program penataran dan pelatihan ini sudah berjalan selama dua tahun terakhir. Setiap tahun, ada sekitar 30 orang masyarakat yang berminat untuk menjadi relawan pendamping korban KDRT di lingkungannya yang diberikan pembekalan seputar KDRT dan undang-undang yang terkait agar dapat menjalankan tugasnya dengan baik.
“Kami inginnya di tiap kelurahan ada satu petugas untuk memantau kalau-kalau ada warga yang memiliki masalah KDRT di lingkungannya dan membantu mereka untuk menyelesaikan masalahnya,” ujarnya.
Selama dua tahun berjalan, sedikitnya ada 60 orang petugas pendamping yang pernah dilatih. Latar belakang mereka bervariasi, mulai dari mahasiswa sampai yang sudah bekerja. Tapi, kebanyakan mereka memang tergolong sebagai warga yang aktif dalam kegiatan-kegiatan sosial di lingkungannya masing-masing. Selain melalukan pemantauan, mereka juga bertugas untuk memfasilitasi kliennya yang memerlukan bantuan
“Mereka bisa memfasilitasi ke lembaga bantuan hukum atau konselor yang ada di Dinsos provinsi atau karena KDRT itu masuk pidana, maka bisa saja dibantu untuk melapor ke kepolisian,” imbuhnya.
Namun, sayangnya tidak ada evaluasi untuk mengetahui tingkat keberhasilan dari pelatihan ini.
“Mereka itu ibaratnya tangan-tangan kanan kami karena kalau kami sendiri yang memantau langsung tentu tidak mungkin. Tapi karena sifatnya sosial, kita hanya bisa berharap saja agar mereka bisa menjalankan tugasnya dengan baik,” ucapnya.
Selain itu, pihaknya mengakui bahwa keberadaan para petugas pendamping ini juga kruang tersosialisasi sehingg banyak masyarakat yang kurang mengetahuinya. Ke depan, pihanya pun berencana untuk membentuk suatu forum sebagai wadah komunikasi dan evaluasi kegiatan.

Tidak ada komentar: