A good journalist is not the one that writes what people say, but the one that writes what he is supposed to write. #TodorZhivkov

Selasa, 09 Agustus 2011

Extra Flight Belum Perlu

Lebaran 2011, Penumpang Pesawat Diprediksi Naik 10 Persen

BANJARMASIN – Maskapai penerbangan di Banjarmasin merasa belum perlu untuk menambah frekuensi penerbangan atau extra flight untuk arus mudik Lebaran tahun 2011.

Seperti diungkapkan General Manager Garuda Indonesia Banjarmasin Nandung Wijaya kemarin, bahwa meski jumlah penumpang angkutan udara tahun ini diprediksi naik lebih tinggi, namun kapasitas seat yang ada dipandang masih memadai.

“Sampai saat ini kami lihat kapasitas seat yang tersedia masih bisa menampung,” ujarnya.

Hal ini dikarenakan pihaknya dan beberapa maskapai lainnya telah menambah frekuensi penerbangan sejak permulaan tahun tadi seiring dengan meningkatnya pengguna angkutan udara di Bandara Syamsuddin Noor, seperti Lion Air dan anak perusahaan Garuda sendiri, Citilink.

Dengan adanya penambahan tersebut, maka kapasitas seat dari seluruh maskapai saat ini mencapai 74.178 seat, naik dari tahun 2010 yang hanya sebesar 61.316 seat.

Sedangkan jumlah penumpang pada H-7 hingga H+7 Lebaran tahun 2011 diperkirakan mencapai 67.448 pax atau rata-rata 4.215 pax perhari, naik 10 persen dibanding tahun lalu yang mencapai 61.316 pax atau 3.832 pax perhari.

Manajer Operasional PT Angkasa Pura I Bandara Syamsuddin Noor Banjarmasin Yayan Sudiana mengatakan bahwa memang jumlah seat angkutan lebaran 2011 masih lebih banyak jika dibandingkan dengan perkiraan penumpang.

Meski demikian, mengingat kapasitas bandara yang saat ini masih terbatas, ia tetap mengimbau kepada maskapai untuk memohonkan extra flight jika reservasi tiket sudah menembus 80 persen.

Terkait keamanan aktivitas penerbangan saat ini, ia mengungkapkan bahwa berdasarkan informasi BMKG diketahui angin masih bertiup dari timur dan tenggara sehingga asap dari Kalteng yang terdeteksi memiliki 100 lebih titik api untuk sementara tidak akan masuk ke Kalsel.

Sementara itu, seperti tahun-tahun sebelumnya, diawal bulan puasa aktivitas bandara sedikit mengalami penurunan. Kondisi itu disebabkan karena beberapa maskapai memilih untuk mengurangi jadwal penerbangan guna mengistirahatkan armada masing-masing, seperti Sriwijaya Air, Batavia Air, dan Trigana.

“Alasannya, agar armada mereka fresh saat menghadapi arus mudik,” katanya.

Tidak ada komentar: