BANJARMASIN – Pemidahan lokasi Pasar Wadai Ramadan yang dihelat Pemerintah Kota Banjarmasin dari depan Kantor Gubernur Jl Jenderal Sudirman ke depan Masjid Raya Sabilal Muhtadin di Jl Lambung Mangkurat ternyata berbuah positif bagi para pedagang yang mengais rezeki di kawasan tersebut.
Hal itu setidaknya dirasakan oleh Yuli, pedagang ayam goreng yang menempati salah satu stan di even yang sudah menjadi ikon Kota Banjarmasin itu. Warga Jl Mesjid Jami ini mengaku tak pernah absen berpartisipasi setiap tahun. Menurut pengamatannya, pengunjung Pasar Wadai Ramadan tahun ini lebih ramai dari tahun-tahun sebelumnya.
“Pengunjungnya lebih banyak, bahkan sampai malam juga tetap ramai. Mungkin karena banyak orang yang berlalu lalang,” ujarnya.
Ini dikarenakan lokasi Pasar Wadai Ramadan yang tahun ini bergeser ke Jl Lambung Mangkurat tepatnya di depan Mesjid Sabilal Muhtadin hanya memakan salah satu dari dua jalur jalan yang ada, sedangkan jalur yang di sebelahnya tetap dibuka.
Dengan demikian, para pengguna jalan masih bisa melewati daerah tersebut. Sewaktu kegiatan masih mengambil tempat di depan Kantor Gubernur, lokasi ditutup sama sekali dan arus lalulintas dialihkan.
“Kalau tahun kemarin, orang yang mau ke Pasar Wadai harus baistilah,” imbuhnya.
Meningkatnya pengunjung otomatis berdampak terhadap penjualan. Dibanding hari biasa, Yuli mengaku omzetnya naik dua kali lipat. Sampai sepekan pertama Ramadan ini saja, omzet dagangannya sudah mencapai Rp 1,5 juta.
“Kalau bersihnya sekitar Rp 600 ribu,” ungkapnya.
Tadinya, Yuli juga menyediakan kue-kue. Namun, banyaknya saingan membuat penjualan kue tidak terlalu menguntungkan sehingga akhirnya ia memilih berjualan ayam goreng saja.
“Samping kanan kiri saya semua jualan wadai. Namanya juga Pasar Wadai, pastinya banyak yang jual wadai,” katanya.
Sementara itu, Maisarah, salah seorang pedagang bingka di Pasar Wadai Ramadan mengaku penjualannya dari tahun ke tahun relatif stabil. Setiap hari, omzetnya minimal mencapai Rp 200 ribu.
“Kalau yang lain yang membuat dengan modal sendiri mungkin bisa dapat lebih dari itu. Tapi karena saya cuma menjual saja, jadi tidak bisa mengambil terlalu banyak keuntungan,” ucapnya.
Hal itu setidaknya dirasakan oleh Yuli, pedagang ayam goreng yang menempati salah satu stan di even yang sudah menjadi ikon Kota Banjarmasin itu. Warga Jl Mesjid Jami ini mengaku tak pernah absen berpartisipasi setiap tahun. Menurut pengamatannya, pengunjung Pasar Wadai Ramadan tahun ini lebih ramai dari tahun-tahun sebelumnya.
“Pengunjungnya lebih banyak, bahkan sampai malam juga tetap ramai. Mungkin karena banyak orang yang berlalu lalang,” ujarnya.
Ini dikarenakan lokasi Pasar Wadai Ramadan yang tahun ini bergeser ke Jl Lambung Mangkurat tepatnya di depan Mesjid Sabilal Muhtadin hanya memakan salah satu dari dua jalur jalan yang ada, sedangkan jalur yang di sebelahnya tetap dibuka.
Dengan demikian, para pengguna jalan masih bisa melewati daerah tersebut. Sewaktu kegiatan masih mengambil tempat di depan Kantor Gubernur, lokasi ditutup sama sekali dan arus lalulintas dialihkan.
“Kalau tahun kemarin, orang yang mau ke Pasar Wadai harus baistilah,” imbuhnya.
Meningkatnya pengunjung otomatis berdampak terhadap penjualan. Dibanding hari biasa, Yuli mengaku omzetnya naik dua kali lipat. Sampai sepekan pertama Ramadan ini saja, omzet dagangannya sudah mencapai Rp 1,5 juta.
“Kalau bersihnya sekitar Rp 600 ribu,” ungkapnya.
Tadinya, Yuli juga menyediakan kue-kue. Namun, banyaknya saingan membuat penjualan kue tidak terlalu menguntungkan sehingga akhirnya ia memilih berjualan ayam goreng saja.
“Samping kanan kiri saya semua jualan wadai. Namanya juga Pasar Wadai, pastinya banyak yang jual wadai,” katanya.
Sementara itu, Maisarah, salah seorang pedagang bingka di Pasar Wadai Ramadan mengaku penjualannya dari tahun ke tahun relatif stabil. Setiap hari, omzetnya minimal mencapai Rp 200 ribu.
“Kalau yang lain yang membuat dengan modal sendiri mungkin bisa dapat lebih dari itu. Tapi karena saya cuma menjual saja, jadi tidak bisa mengambil terlalu banyak keuntungan,” ucapnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar