A good journalist is not the one that writes what people say, but the one that writes what he is supposed to write. #TodorZhivkov

Selasa, 05 Juni 2012

Status Lahan Minta Dipastikan


Terkait Pembangunan Jalan di Simpang Jelai

BANJARMASIN – Pembangunan akses jalan darat di Simpang Jelai Kelurahan Basirih Kecamatan Banjarmasin Selatan akan dianggarkan di APBD Perubahan. Kepala Dinas Bina Marga Kota Banjarmasin M Amin melalui Sekretaris Gusti Ridwan mengungkapkan, anggaran yang diproyeksikan sebesar Rp 700 juta. 
“Berdasar hasil survey, kita akan lanjutkan pembuatan jalan dari belakang Komplek Wengga,” ujarnya dalam rapat kerja dengan Komisi III DPRD Kota Banjarmasin. 
Dijelaskannya, pada tahun ini yang mungkin bisa dilaksanakan baru pembuatan badan jalan. Lebarnya tiga meter, sedangkan panjangnya sekitar dua kilometer.
“Nanti di sana ada beberapa jembatan, tapi sementara dari ulin dulu. Kecuali yang kecil-kecil hanya untuk lintasan air dan tidak dilalui jukung, kita pasang gorong-gorong dan ditimbun,” lanjutnya. 
Menurutnya, rencana itu sesuai dengan arahan Walikota Banjarmasin Muhidin. Realisasi pekerjaan sendiri tergantung dari cepat lambatnya pembahasan APBD Perubahan. 
Sementara itu, anggota Komisi III Ismail Ibrahim memberi masukan alternatif jalan lain yang juga berasal dari aspirasi masyarakat setempat. Menurut masyarakat, jalan ini jaraknya lebih dekat dan tembus ke SDN Basirih 10.   
“Masyarakat di situ sebenarnya sudah ada sepakat untuk menghibahkan tanah. Bukan lewat Wengga terus diberi jembatan, tapi di kampung seberang sepanjang satu kilometer dan lebar delapan meter tembus ke sekolah. Jadi, tidak perlu ada pembebasan lahan,” tuturnya.
Ditambahkannya, ia juga mendapat informasi bahwa lokasi yang sudah ditetapkan Pemerintah Kota Banjarmasin untuk pembangunan akses jalan darat baru dari belakang Komplek Wengga tidak murni hibah. 
“Informasinya kalau nanti sudah realisasi di lapangan pemilik mau minta ganti rugi. Nah, benar atau tidaknya ini harus dipastikan dulu. Kalau ternyata nanti harus pembebasan kan kita yang rugi,” ucapnya. 

Tidak ada komentar: