A good journalist is not the one that writes what people say, but the one that writes what he is supposed to write. #TodorZhivkov

Senin, 08 Agustus 2011

Belanja Masyarakat Meningkat, Outflow Melesat

BANJARMASIN – Meningkatnya aktivitas berbelanja masyarakat di Kalimantan Selatan menjelang bulan Ramadan dan Lebaran membuat kebutuhan akan uang tunai ikut terdongkrak.
Direktur Regional Bank Indonesia Wilayah Kalimantan Khairil Anwar mengatakan, indikasi tersebut setidaknya terlihat dari volume uang tunai yang keluar (outflow) dari Bank Indonesia (BI) Banjarmasin.
Dari evaluasi yang dilakukan pihaknya terhadap kondisi peredaran uang dan transaksi sistem pembayaran di Kalsel selama Juli 2011, volume uang tunai yang keluar telah mencapai Rp 448 miliar atau melesat hampir 124,7 persen (year on year) dari kondisi normal. Begitu pula dengan jumlah transfer antarbank yang mengalami peningkatan 124,3 persen dengan nominal mencapai Rp13,6 triliun.
Di tengah kondisi ini, ia mengharapkan agar masyarakat lebih berhati-hati dalam melakukan transaksi, khususnya terkait dengan potensi kejahatan uang palsu. Meskipun selama periode Januari-Juli 2011 persentase temuan uang palsu di Kalsel relatif kecil dan menurun, yakni dari 0,00129% pada 2010 menjadi 0,00128% dari jumlah uang masuk (inflow), namun kewaspadaan dan antisipasi tetap harus dilakukan.
“Kami juga terus meningkatkan sosialisasi pemahaman ciri-ciri keaslian rupiah kepada masyarakat dan makin mempererat koordinasi dengan pihak berwajib,“ katanya.
Berkenaan dengan hal tersebut, pihaknya menghimbau masyarakat agar memanfaatkan layanan penukaran uang di loket penukaran Bank Indonesia maupun bank umum lainnya.
Untuk memudahkan penukaran uang bagi masyarakat, pada pertengahan Ramadan nanti BI Banjarmasin bakal menambah frekuensi penukaran di loket penukaran serta menambah beberapa titik penukaran.
Sementara itu, disinggung soal keberadaan penjual jasa penukaran uang di tepi jalan yang biasanya marak menjelang Lebaran, Kepala Seksi Operasional Kas Gusti Syafruddin mengatakan bahwa BI tak bisa melarang karena tidak ada aturan yang mengaturnya.
“Kami hanya bisa menghimbau supaya masyarakat datang ke bank. Kami juga sudah berusaha maksimal untuk memberi kemudahan bagi masyarakat dengan membuka loket di tepi jalan dan memperbanyak titik penukaran,” ucapnya.
Kecuali ada masyarakat yang mengeluhkan bahwa keberadaan penjual jasa penukaran uang tersebut mengganggu kenyamanan lalu lintas, katanya, maka masyarakat bisa melaporkannya kepada aparat kepolisian supaya bisa ditindak.

Tidak ada komentar: