A good journalist is not the one that writes what people say, but the one that writes what he is supposed to write. #TodorZhivkov

Rabu, 24 Agustus 2011

Siapkan 3 Ribu Ketupat

Kampung Ketupat Kebanjiran Order

BANJARMASIN – Pembuat ketupat di Jl Pekapuran A Kelurahan Sungai Baru Banjarmasin atau yang lebih dikenal dengan Kampung Ketupat mulai kebanjiran order. Hari-hari mereka pun kini disibukkan dengan membuat urung (kulit ketupat) sebanyak-banyaknya.

Sebelumnya, omzet mereka sempat turun drastis karena banyak warung makan langganan mereka tutup sepanjang Ramadan ini. Seperti diungkapkan salah seorang pembuat ketupat di Kampung Ketupat, Hj Masmulya (60), bahwa setiap bulan puasa penjualan ketupat pasti sepi.

“Kalau hari lain ramai, karena langganan kami kebanyakan warung atau rumah makan,” ujarnya.

Di luar bulan puasa, biasanya ia sanggup menjual antara 200-300 biji perhari, dan khusus hari Sabtu bisa sampai 400-500 biji karena banyak pesanan untuk acara perkawinan. Tapi selama bulan puasa, ia paling hanya bisa menjual puluhan biji saja.

Sedangkan menjelang Lebaran, ia mengaku biasa menyiapkan tak kurang dari 2 ribu-3 ribu biji ketupat. Diungkapkannya, pesanan ketupat selalu naik berlipat-lipat jika ada perayaan hari-hari besar keagamaan. Tak hanya saat Idul Fitri atau Idul Adha saja, tapi juga Natal, Imlek, dan lainnya.

Soal harga, diakuinya bahwa mendekati Lebaran nanti biasanya akan ada kenaikan mengikuti kenaikan harga bahan baku pelepah kelapa dan upah pekerja.

“Biasanya naik karena bahan bakunya naik, upah naik, semuanya naik,” tukasnya.

Saat ini, harga ketupat masih normal di kisaran Rp 1.500-Rp 2.500 perbiji sesuai ukurannya. Sedangkan mendekati Lebaran nanti, harganya akan naik rata-rata Rp 500-Rp 1 ribu perbiji.

Sementara itu, dari pantauan Radar Banjarmasin suasana di Kampung Ketupat pada H-7 Lebaran kemarin relatif masih seperti hari-hari biasa. Memang, keramaian biasanya baru akan terlihat pada H-2, dimana hampir setiap rumah yang ada di kawasan tersebut nantinya akan berhias gantungan ketupat dan pembeli mulai berdatangan. Selain itu, para penjual ketupat dadakan juga akan marak bermunculan.

“Yang tadinya tidak berjualan, ikut berjualan juga mencari untung,” ucap Nurhayati, warga setempat yang setiap malam hari raya ikut menjadi penjual ketupat dadakan. Di luar bulan puasa, ia biasanya hanya mengambil upah membuat urung sambil ikut menjualnya.

Tidak ada komentar: