Disaat harga bawang menggegerkan
negeri ini karena menyentuh angka tertinggi dalam sejarah, komunitas pegiat
urban farming yang menamakan diri mereka Indonesia Berkebun membagi-bagikan
bibit bawang merah gratis kepada masyarakat, Minggu (24/3).
Meilisa Nurindah, pegiat Banjarmasin Berkebun yang merupakan
salah satu jejaring Indonesia Berkebun, mengatakan bahwa umumnya orang menanam
bawang dari umbi.
“Bibit bawang merah varietas Tuktuk yang kami bagikan ini
bisa dibilang sebuah terobosan,” ujarnya yang ditemui di Car Free Day Jl
Lambung Mangkurat.
Selain Banjarmasin, ada 26 kota lainnya di Indonesia yang
kemarin menggelar kegiatan serupa. Menanam bawang dari bibit sendiri diklaim
lebih murah dan mudah dibanding umbi. Misalnya, kalau dalam satu hektare lahan
diperlukan 1 ton umbi, dengan bibit hanya 5 kg saja. Hasilnya, 20-25 ton
perhektare sekali panen. Kemudian, umbi lebih mudah terserang penyakit,
sedangkan bibit relatif kuat.
Tak hanya membagi-bagikan bibit secara gratis, komunitas ini
juga memberi edukasi kepada masyarakat yang sedang berolahraga pagi di kawasan
Car Free Day yang tertarik untuk mengetahui cara menanam bibit bawang merah
Tuktuk serta melombakannya.
Antusiasme masyarakat ternyata cukup besar. Lapak kecil yang
digelar panitia di depan Mesjid Raya Sabilal Muhtadin tampak penuh, mulai
anak-anak muda hingga orang tua. Salah satunya Ainudin (45), yang memang hobi
berkebun di halaman rumahnya.
“Tapi saya lebih ke buah-buahan dan tanaman obat,” kata
pegawai tata usaha di Sekolah Menengah Farmasi (SMF) Banjarmasin itu.
Warga Kayu Tangi itu mengungkapkan, berkebun merupakan hobi
yang bisa memberikan kegembiraan. Selain untuk diri sendiri, juga tetangga
sekitar. Kalau ada tetangga yang memerlukan, ia tak keberatan berbagi. Apalagi,
tanaman obat di kebun miliknya punya banyak khasiat.
“Misalnya, cocor bebek bisa untuk menurunkan panas. Atau
kunyit, khasiatnya untuk mengatasi maag,” tuturnya bersemangat.
Lain lagi dengan Ramadhani. Ia mulai berkebun sekitar
delapan bulan lalu sejak menjadi
mahasiswa Fakultas Pertanian Unlam. Tapi sekarang ia mengaku sudah merasakan
manfaatnya.
“Di rumah ada kebun mini. Isinya macam-macam sayur, ada kangkung,
kacang panjang, sawi. Manfaatnya kalau lagi butuh, tinggal ambil. Terus bisa
bagi-bagi juga ke tetangga,” ucapnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar