A good journalist is not the one that writes what people say, but the one that writes what he is supposed to write. #TodorZhivkov

Rabu, 03 April 2013

Harga Bawang Meroket, Komunitas Banjarmasin Berkebun Bagi-bagi Bibit



Disaat harga bawang menggegerkan negeri ini karena menyentuh angka tertinggi dalam sejarah, komunitas pegiat urban farming yang menamakan diri mereka Indonesia Berkebun membagi-bagikan bibit bawang merah gratis kepada masyarakat, Minggu (24/3).

Meilisa Nurindah, pegiat Banjarmasin Berkebun yang merupakan salah satu jejaring Indonesia Berkebun, mengatakan bahwa umumnya orang menanam bawang dari umbi.
“Bibit bawang merah varietas Tuktuk yang kami bagikan ini bisa dibilang sebuah terobosan,” ujarnya yang ditemui di Car Free Day Jl Lambung Mangkurat.
Selain Banjarmasin, ada 26 kota lainnya di Indonesia yang kemarin menggelar kegiatan serupa. Menanam bawang dari bibit sendiri diklaim lebih murah dan mudah dibanding umbi. Misalnya, kalau dalam satu hektare lahan diperlukan 1 ton umbi, dengan bibit hanya 5 kg saja. Hasilnya, 20-25 ton perhektare sekali panen. Kemudian, umbi lebih mudah terserang penyakit, sedangkan bibit relatif kuat.
Tak hanya membagi-bagikan bibit secara gratis, komunitas ini juga memberi edukasi kepada masyarakat yang sedang berolahraga pagi di kawasan Car Free Day yang tertarik untuk mengetahui cara menanam bibit bawang merah Tuktuk serta melombakannya. 
Antusiasme masyarakat ternyata cukup besar. Lapak kecil yang digelar panitia di depan Mesjid Raya Sabilal Muhtadin tampak penuh, mulai anak-anak muda hingga orang tua. Salah satunya Ainudin (45), yang memang hobi berkebun di halaman rumahnya. 
“Tapi saya lebih ke buah-buahan dan tanaman obat,” kata pegawai tata usaha di Sekolah Menengah Farmasi (SMF) Banjarmasin itu.
Warga Kayu Tangi itu mengungkapkan, berkebun merupakan hobi yang bisa memberikan kegembiraan. Selain untuk diri sendiri, juga tetangga sekitar. Kalau ada tetangga yang memerlukan, ia tak keberatan berbagi. Apalagi, tanaman obat di kebun miliknya punya banyak khasiat.
“Misalnya, cocor bebek bisa untuk menurunkan panas. Atau kunyit, khasiatnya untuk mengatasi maag,” tuturnya bersemangat.
Lain lagi dengan Ramadhani. Ia mulai berkebun sekitar delapan bulan lalu sejak  menjadi mahasiswa Fakultas Pertanian Unlam. Tapi sekarang ia mengaku sudah merasakan manfaatnya.
“Di rumah ada kebun mini. Isinya macam-macam sayur, ada kangkung, kacang panjang, sawi. Manfaatnya kalau lagi butuh, tinggal ambil. Terus bisa bagi-bagi juga ke tetangga,” ucapnya.

Tidak ada komentar: