Terkait Rencana Kenaikan Dana BOS SMA/SMK
BANJARMASIN – Biaya sekolah di bangku sekolah menengah atas
(SMA) mencapai rata-rata Rp 2,5 juta persiswa pertahun. Sedang SMK berkisar Rp
2 juta-Rp 4 juta persiswa pertahun, tergantung program keahliannya.
Pada tahun ajaran 2013/2014
mendatang, dana bantuan operasional sekolah (BOS) untuk SMA/SMK dikabarkan naik
drastis. Meski demikian, nilainya belum mencapai unit cost tersebut. Kabar yang
kencang dihembuskan Ditjen Pendidikan Menengah Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan, kenaikan menjadi Rp 1 juta persiswa pertahun.
Diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan
Kota Banjarmasin Nor Ipansyah, kenaikan alokasi BOS baru bisa dipastikan untuk
SMK . “Yang SMA belum ada surat edarannya,” ujarnya, Minggu (24/3). Saat mulai
dirintis pada tahun 2012, BOS untuk SMA/SMK yang dimaksudkan untuk mendukung
wajib belajar 12 tahun hanya diberikan Rp 120 ribu persiswa pertahun.
Dari Pemerintah Kota Banjarmasin
sendiri, rencananya baru akan menganggarkan dana BOS pendamping dari APBD untuk
SMA/SMK pada tahun 2014. “Kami mengusulkan BOS untuk SMA/SMK dari APBD untuk
2014, besarnya persiswa Rp 900 ribu pertahun,” katanya.
Ditargetkan, pada tahun 2015
alokasi BOS SMA/SMK sudah bisa mencapai angka ideal. Tapi khusus sekolah yang
sebelumnya berstatus rintisan sekolah bertaraf internasional (RSBI), menurut
Ipan punya unit cost sendiri yang tidak bisa disamakan dengan sekolah reguler.
“Karena biaya operasional RSBI
sudah terlanjur banyak, standar Rp 2,5 juta tidak bisa dipakai. Angkanya lebih
besar, sekitar Rp 3 juta-Rp 4 juta,” katanya. Selain dari APBN dan APBD pemerintah kota,
pihaknya berharap juga ada kontribusi dari pemerintah provinsi.
Sementara itu, Kepala SMKN 4
Banjarmasin Muryadi mengatakan bahwa kenaikan dana BOS untuk SMA/SMK akan
mengurangi beban pembiayaan sekolah yang ditanggung orangtua siswa. Namun,
belum mampu untuk menggratiskan.
“Kalau di sekolah kami saja, unit cost persiswa Rp 3,5
juta-Rp 4 juta pertahun. Tapi kenaikan BOS tahun ajaran baru nanti cukup besar,
pasti akan berpengaruh, seperti iuran komite jelas bisa diturunkan,” ucapnya. Saat
ini, siswa di SMKN 4 dikenakan iuran komite Rp 150 ribu-Rp 175 ribu perbulan.
Terpisah, Kepala SMAN 7 Banjarmasin Mundofir mengaku belum mengetahui rencana
kenaikan dana BOS SMA/SMK.
“Saya belum dapat infonya. Kalau
benar, pasti ada pengaruhnya terhadap biaya sekolah yang dibebankan kepada siswa,”
ucapnya. Ia mengatakan, setiap bulan siswa di sekolah yang sebelumnya
menyandang predikat RSBI itu membayar iuran komite Rp 200 ribu-Rp 250 ribu. “Kalau dana BOS yang sekarang Rp 10 ribu
perbulan, kurangnya masih banyak. Tapi kalau naik, anak nambah tidak banyak,”
tuturnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar