A good journalist is not the one that writes what people say, but the one that writes what he is supposed to write. #TodorZhivkov

Rabu, 03 April 2013

Iuran Komite Bisa Turun


Terkait Rencana Kenaikan Dana BOS SMA/SMK

BANJARMASIN – Biaya sekolah di bangku sekolah menengah atas (SMA) mencapai rata-rata Rp 2,5 juta persiswa pertahun. Sedang SMK berkisar Rp 2 juta-Rp 4 juta persiswa pertahun, tergantung program keahliannya.  
Pada tahun ajaran 2013/2014 mendatang, dana bantuan operasional sekolah (BOS) untuk SMA/SMK dikabarkan naik drastis. Meski demikian, nilainya belum mencapai unit cost tersebut. Kabar yang kencang dihembuskan Ditjen Pendidikan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, kenaikan menjadi Rp 1 juta persiswa pertahun.
Diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin Nor Ipansyah, kenaikan alokasi BOS baru bisa dipastikan untuk SMK . “Yang SMA belum ada surat edarannya,” ujarnya, Minggu (24/3). Saat mulai dirintis pada tahun 2012, BOS untuk SMA/SMK yang dimaksudkan untuk mendukung wajib belajar 12 tahun hanya diberikan Rp 120 ribu persiswa pertahun.
Dari Pemerintah Kota Banjarmasin sendiri, rencananya baru akan menganggarkan dana BOS pendamping dari APBD untuk SMA/SMK pada tahun 2014. “Kami mengusulkan BOS untuk SMA/SMK dari APBD untuk 2014, besarnya persiswa Rp 900 ribu pertahun,” katanya.
Ditargetkan, pada tahun 2015 alokasi BOS SMA/SMK sudah bisa mencapai angka ideal. Tapi khusus sekolah yang sebelumnya berstatus rintisan sekolah bertaraf internasional (RSBI), menurut Ipan punya unit cost sendiri yang tidak bisa disamakan dengan sekolah reguler.
“Karena biaya operasional RSBI sudah terlanjur banyak, standar Rp 2,5 juta tidak bisa dipakai. Angkanya lebih besar, sekitar Rp 3 juta-Rp 4 juta,” katanya.  Selain dari APBN dan APBD pemerintah kota, pihaknya berharap juga ada kontribusi dari pemerintah provinsi.
Sementara itu, Kepala SMKN 4 Banjarmasin Muryadi mengatakan bahwa kenaikan dana BOS untuk SMA/SMK akan mengurangi beban pembiayaan sekolah yang ditanggung orangtua siswa. Namun, belum mampu untuk menggratiskan.
“Kalau di sekolah kami saja, unit cost persiswa Rp 3,5 juta-Rp 4 juta pertahun. Tapi kenaikan BOS tahun ajaran baru nanti cukup besar, pasti akan berpengaruh, seperti iuran komite jelas bisa diturunkan,” ucapnya. Saat ini, siswa di SMKN 4 dikenakan iuran komite Rp 150 ribu-Rp 175 ribu perbulan. Terpisah, Kepala SMAN 7 Banjarmasin Mundofir mengaku belum mengetahui rencana kenaikan dana BOS SMA/SMK.
“Saya belum dapat infonya. Kalau benar, pasti ada pengaruhnya terhadap biaya sekolah yang dibebankan kepada siswa,” ucapnya. Ia mengatakan, setiap bulan siswa di sekolah yang sebelumnya menyandang predikat RSBI itu membayar iuran komite Rp 200 ribu-Rp 250 ribu.  “Kalau dana BOS yang sekarang Rp 10 ribu perbulan, kurangnya masih banyak. Tapi kalau naik, anak nambah tidak banyak,” tuturnya. 

Tidak ada komentar: