Konsumsi BBM Nonsubsidi Terus Meningkat
BANJARMASIN – Penjualan bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi di wilayah Kalimantan Selatan dan Tengah diklaim terus mengalami pertumbuhan. Untuk solar misalnya, penyalurannya meningkat hingga 70 persen.
Sales Area Manager Pertamina Kalselteng Iin Febrian mengungkapkan, saat ini volume penyaluran solar nonsubsidi mencapai 900 kiloliter perhari, naik dari sebelumnya yang hanya sekitar 600 kiloliter perhari.
Ia mengatakan, pihaknya terus berusaha mendorong konsumsi solar nonsubsidi guna menekan subsidi yang ditangggung oleh pemerintah. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menambah jumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) keekonomian di Kalsel. Pada SPBU ini, solar yang dijual hanya yang nonsubsidi.
Seperti beberapa waktu lalu, dua unit SPBU di Kota Banjarmasin telah diubah statusnya menjadi SPBU keekonomian, yakni SPBU Sabilal Muhtadin dan SPBU S Parman. Ini juga terkait dengan dinamika di lapangan dimana kebijakan tersebut dipandang perlu untuk meredam antrean solar bersubsidi di tengah kota.
“Kita tidak bisa katakan akan seterusnya atau sampai batas waktu tertentu. Kita hanya berharap tekanan disparitas harga akan berkurang,” katanya.
Selain itu, untuk memudahkan kalangan industri yang ingin membeli solar nonsubsidi dengan cepat dan dalam jumlah kecil, saat ini di Kalsel telah ada agen resmi retail keekonomian yang ditunjuk Pertamina, yakni di kawasan Alalak Kabupaten Barito Kuala dan Landasan Ulin Barat Kota Banjarbaru.
“Kalau langsung ke Pertamina,volume pembelian harus dalam kelipatan satu tangki,” katanya.
Ditambahkannya, agen retail solar nonsubsidi semacam ini baru diterapkan di Kalimantan Selatan saja, dan tidak ada di daerah lainnya di Indonesia.
“Tidak ada di wilayah lain, satu-satunya hanya di Kalsel karena Kalsel sebagai pilot project,” tukasnya.
Sementara itu, penyaluran BBM jenis Pertamax dikatakannya juga mulai membaik. Seiring dengan penurunan harga yang terjadi pada bulan Juli lalu, tren konsumsi Pertamax perlahan kembali naik.
“Pada bulan Juli lalu, volume penyaluran sekitar 800-900 kiloliter perhari,” ungkapnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar