A good journalist is not the one that writes what people say, but the one that writes what he is supposed to write. #TodorZhivkov

Rabu, 10 Agustus 2011

Penjual Jasa Penukaran Uang Tak Bisa Dilarang

BANJARMASIN – Meningkatnya kebutuhan uang pecahan dan uang baru menjelang Lebaran, membuat penjual jasa penukaran uang dadakan kembali menjamur. Seperti tahun-tahun yang lewat, mereka beroperasi di tepi jalan sambil melambai-lambaikan segepok uang pecahan yang masih baru kepada para pengguna jalan yang melintas.

Di Banjarmasin, para penjual jasa penukaran uang yang sudah ramai bermunculan sejak beberapa hari terakhir ini terkonsentrasi disepanjang Jl Lambung Mangkurat, tepatnya dari depan Wisma Antasari hingga kantor PLN.

Ironisnya, posisi mereka berdiri hanya beberapa langkah saja dari kantor Bank Indonesia (BI) Banjarmasin. Selain itu, di kawasan tersebut juga terdapat sejumlah bank umum lainnya yang turut membuka layanan penukaran uang.

Dikonfirmasi mengenai hal ini, Pemimpin BI Banjarmasin Khairil Anwar melalui Kepala Seksi Operasional Kas Gusti Syafruddin mengatakan bahwa pihaknya tak bisa melarang maupun menindak para penjual jasa penukaran uang tersebut. Pasalnya, tidak ada aturan yang dapat dikenakan untuk menjerat mereka.

“Masyarakat sekarang kan kritis, segala tindakan pasti akan ditanya apa dasarnya. Sementara tidak ada sama sekali aturan yang terkait dengan kegiatan mereka itu,” ujarnya.

Kecuali jika ada masyarakat yang mengeluhkan keberadaan penjual jasa penukaran uang tersebut mengganggu kenyamanan lalu lintas, sambungnya, maka bisa saja dilaporkan kepada aparat kepolisian supaya bisa ditindak.

“Silakan saja dilaporkan, itu bisa menjadi dasar bagi aparat untuk menindak,” ucapnya.

Dikatakannya, maraknya para penjual jasa penukaran uang terjadi karena ada kebutuhan dari masyarakat. Meski harus mengeluarkan uang lebih, sebagian masyarakat menganggap cara ini lebih praktis daripada harus repot-repot turun dari kendaraan dan mengantre di bank.

“Padahal, sudah kita tulis besar-besar bahwa penukaran uang di bank itu gratis. Tapi tetap saja tidak berpengaruh,” tukasnya.

Menyikapi kondisi tersebut, pihaknya pun hanya bisa menghimbau agar masyarakat datang ke bank karena uang yang diterima lebih terjamin keasliannya. Selain itu, BI juga berusaha untuk memberi kemudahan bagi masyarakat yang ingin menukarkan uang, misalnya dengan cara memperpanjang waktu layanan penukaran uang dan memperbanyak titik penukaran.

Tidak ada komentar: