A good journalist is not the one that writes what people say, but the one that writes what he is supposed to write. #TodorZhivkov

Kamis, 25 Agustus 2011

Merdeka Listrik, Dunia Usaha Bergembira

BANJARMASIN – Program merdeka listrik yang dideklarasikan PLN bertepatan dengan HUT Kemerdekaan RI pada tanggal 17 Agustus 2011 lalu disambut suka cita oleh dunia usaha di Kalimantan Selatan.

Maklum, selama ini kalangan bisnis dan industri banua cukup tertekan dengan terbatasnya daya yang mampu disuplai oleh pabrik setrum tersebut. Untuk mencukupi kebutuhan listrik khususnya di malam hari, mesin genset pun menjadi andalan sehingga membuat biaya operasional membengkak.

Seperti diungkapkan General Manager Duta Mall Banjarmasin Maria Agnes Aprilia, program merdeka listrik ini sudah lama pihaknya tunggu. Selama hampir dua tahun berdiri sejak Mei 2008, pusat perbelanjaan modern terbesar di Kalsel itu harus rela menderita pemadaman listrik setiap hari pada beban puncak, yakni pukul 18.00-22.00.

“Tapi sekarang tidak ada pemadaman lagi karena kita sudah dapat full supply listrik dari PLN,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, biaya operasional genset untuk mencukupi kebutuhan listrik mall yang mencapai 4,3 MW perbulan itu sangat membebani perusahaan, terutama dari segi maintenance atau pemeliharaan. Belum lagi untuk pengadaan bahan bakar solar, dimana pihaknya harus membeli dengan harga industri.

“Makanya, program merdeka listrik sangat membantu bagi dunia usaha. Memang pembayaran ke PLN jadi meningkat karena sekarang pemakaian listrik kita juga meningkat dari 20 jam menjadi 24 jam,” katanya.

Namun, lanjutnya, di sisi lain pengistirahatan mesin genset juga membawa dampak yang sangat besar dalam menekan pengeluaran perusahaan. Untuk biaya pengadaan bahan bakar saja misalnya, ia mengaku perusahaan sekarang bisa menghemat antara 50-60 persen.

“Kita belum tahu tindak lanjut ke depannya seperti apa. Tapi semoga PLN bisa benar-benar mewujudkan merdeka listrik bagi dunia usaha dan seluruh masyarakat Kalsel dalam arti sebenarnya,” harapnya.

Hal senada diungkapkan Ketua DPC Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Banjarmasin yang juga menjabat sebagai HRD Manager Rattan Inn Hotel Yuliana. Menurutnya, program merdeka listrik berdampak luar biasa positif bagi perkembangan dunia usaha.

“Tentunya sangat membantu perusahaan untuk melakukan efisiensi, dan akan ada penghematan sumber energi, dalam hal ini solar, sehingga dampaknya tidak hanya bagi Kalsel, tapi juga Indonesia secara luas,” tuturnya.

Ditambahkannya, selama ini dunia usaha harus memutar otak untuk menyiasati terbatasnya suplai listrik oleh PLN, misalnya dengan memperketat langkah-langkah penghematan listrik.

“Kita harus melakukan efisiensi listrik, terutama pada beban puncak. Misalnya, lampu di tempat-tempat yang jarang digunakan di-off-kan. Begitu juga kalau kita meninggalkan kantor untuk waktu yang cukup lama, AC wajib dimatikan,” terangnya.

Pihaknya pun sangat berharap PLN dapat menjaga komitmennya untuk terus menjamin ketersediaan listrik khususnya di Kalsel, demi kesejahteraan masyarakat banua yang lebih baik.

Tidak ada komentar: