BANJARMASIN – Toko-toko emas di Banjarmasin biasanya akan diserbu pembeli bila sudah mendekati Idulfitri. Banyak masyarakat yang telah menerima THR memilih untuk menginvestasikan rejeki nomplok tersebut dengan membeli emas karena dianggap lebih menguntungkan daripada disimpan di bank.
H Hakim, salah seorang pedagang emas di Pasar Sentra Antasari mengungkapkan, penjualan emas biasanya akan melonjak pada H-3 atau H-2 Lebaran. Namun, khusus untuk Lebaran 2011 ini, ia tak berani memprediksi penjualan akan kembali ramai mengingat harga emas yang terus menggila. Dari pantauan di blok pertokoan emas Pasar Sentra Antasari kemarin, suasana jual beli memang masih nampak normal seperti hari-hari biasa.
Pada Selasa (23/8) lalu, harga emas baru saja mencatatkan rekor tertingginya, di mana harga emas 24 karat di pasar global mencapai level USD 1.910 pertroy ounce atau setara Rp 530 ribu pergram. Akan tetapi, hanya berselang sehari atau pada hari Rabu (24/8) kemarin harganya sudah turun lagi.
Kemarin, harga emas 99 (24 karat) berada di kisaran Rp 510 ribu pergram, harga emas 70 (18 karat) atau emas putih Rp 390 ribu pergram, harga emas 42 (10 karat) Rp 225 ribu pergram, dan emas batangan Rp 450 ribu pergram.
“Dari informasi yang saya baca di internet, itu harga tertinggi sepanjang sejarah. Dan memang selama 20 tahun saya menggeluti bisnis jual beli emas, harganya belum pernah setinggi sekarang,” tukasnya.
Kenaikan harga emas sendiri tak terlalu berpengaruh terhadap omzet pedagang emas di Banjarmasin. Pasalnya, sejak harga emas meroket, masyarakat lebih banyak melakukan penjualan emas daripada pembelian. “Paling banyak dijual emas 99, karena paling menguntungkan,” kata H Hakim.
Menurutnya, emas 70 juga cukup menguntungkan, tapi yang paling menguntungkan tetap emas 99. Khusus emas 99, untungnya minimal antara 30-40 persen. “Orang beli dua bulan lalu masih Rp 400 ribu pergram, bulan ini dia jual lagi bisa naik Rp 500 ribu pergram,” ucapnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar