BANJARMASIN – Kinerja bank umum di Kalimantan Selatan pada triwulan II 2011 lalu mengalami pertumbuhan positif.
Seperti diungkapkan Pemimpin Bank Indonesia (BI) Banjarmasin Khairil Anwar melalui Peneliti Madya Senior Taufik Saleh, dari sisi aset perbankan pada triwulan II 2011 mencapai Rp 29,01 triliun, tumbuh 26,95 persen (year on year) lebih tinggi dari triwulan I 2011 yang tumbuh 221,88 persen dengan nilai aset Rp 27,31 triliun.
Kemudian dana pihak ketiga (DPK) pada triwulan II 2011 mencapai Rp 23,82 triliun atau tumbuh 23,78 persen (year on year), juga lebih tinggi dari triwulan I 2011 dengan pertumbuhan 19,12 persen dengan total DPK Rp 21,96 triliun.
“Sedangkan kredit (lokasi proyek) pada triwulan I 2011 mencapai Rp 23,88 triliun atau tumbuh 26,26 persen. Dengan perkembangan tersebut, LDR mencapai level 100,24 persen,” katanya.
Di sisi lain, kredit bermasalah atau nonperforming loan (NPL) pada triwulan II 2011 turun dari 2,87 persen dengan nominal Rp 647,745 miliar di triwulan I 2011 menjadi 2,77 persen dengan nominal Rp 662,543 miliar.
Dijelaskan Taufik, penurunan NPL tersebut terutama bersumber dari penurunan NPL pada kredit modal kerja dan kredit investasi.
Dilihat dari sektor ekonominya, transportasi mengalami penurunan NPL yang paling drastis dari 9,12 persen pada triwulan I 2011 menjadi 0,64 persen pada triwulan II 2011. Ini dinilai sebagai imbas atau efek sekunder dari membaiknya produktivitas sektor pertambangan.
“Sehingga mendorong performa kredit pendukung kinerja sektor pertambangan, seperti sarana transportasi ikut membaik,” ujarnya.
Sementara itu, pertumbuhan yang positif juga dialami oleh bank perkreditan rakyat (BPR). Dari laporan bulanan yang disampaikan BPR di Kalsel kepada BI Banjarmasin, diketahui bahwa aset BPR pada triwulan II 2011 mencapai Rp 452 miliar atau tumbuh 53,27 persen (year on year).
Demikian pula DPK BPR meningkat dari 31,40 persen (year on year) menjadi 71,35 persen (year on year). Peningkatan terutama bersumber dari peningkatan jenis rekening deposito.
Sedangkan kredit yang disalurkan BPR mencapai Rp 354 miliar atau tumbuh 48,21 persen, yang diikuti penurunan NPL dari 3,28 persen menjadi 3,77 persen.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar