A good journalist is not the one that writes what people say, but the one that writes what he is supposed to write. #TodorZhivkov

Rabu, 23 Januari 2013

Gawi Sabumi Gantikan KBU



Hampir Pasti Bubar, Dua Perusahaan Disiapkan

BANJARMASIN – Meski hasil audit keuangan Perusahaan Daerah Kayuh Baimbai Utama (KBU) belum rampung, badan usaha milik Pemerintah Kota Banjarmasin ini hampir pasti bakal dibubarkan. Pasalnya, perusahaan penggantinya telah disiapkan.
Diungkapkan Kepala Bagian Ekonomi Sekretariat Daerah Kota Banjarmasin Lily Dwiyanti melalui Kasubag BUD/BUMD Dodi Herianto, ada dua badan usaha sekaligus yang tengah digodok pendiriannya. Salah satunya perusahaan multiusaha bernama PD Gawi Sabumi.
“Gawi Sabumi ini salah satunya untuk menggantikan Kayuh Baimbai. Ditambah untuk menjalankan kerjasama usaha dengan pihak ketiga,” jelasnya dalam rapat kerja dengan Komisi II DPRD Kota Banjarmasin, kemarin.
Pihak ketiga yang bakal digandeng antara lain PT Pelindo III (Persero) Cabang Banjarmasin. Bidang usaha yang dibidik adalah pengelolaan lahan peti kemas.
“Tahun ini persiapan pendirian, salah satunya pembuatan peraturan daerahnya. Bisa jadi tahun depan operasionalnya,” katanya.
Sementara ini PD KBU masih dalam proses audit oleh pemerintah kota, di samping proses hukum yang terus berjalan. Setelah ada hasil audit, nasib perusahaan daerah yang didirikan tahun 2002 itu baru akan diputuskan. Tapi menurut Dodi, kemungkinannya dibubarkan karena kondisi perusahaan sudah tidak sehat.
“Asetnya akan kita kejar, termasuk penyertaan modal yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. Mungkin sebelumnya pemko juga pengawasan kurang, harusnya laporan keuangan minimal 3 bulan, setahun belum tentu. Makanya yang akan datang kita siapkan pengawasan lebih intensif,” imbuhnya. 
Sedang badan usaha yang sebuah lagi adalah bank perkreditan rakyat (BPR). Diungkapkan Dodi, rencana ini telah mendapat lampu hijau Walikota Banjarmasin Muhidin serta mengantongi dukungan dari Bank Indonesia.
“Sebenarnya perda pendiriannya sudah diusulkan dari tahun lalu, tapi gagal. Tahun ini kita siapkan semua persyaratan, seperti administrasi, SDM, dan studi kelayakan. Operasionalnya sama-sama Gawi Sabumi tahun depan,” tandasnya. 

Tidak ada komentar: