A good journalist is not the one that writes what people say, but the one that writes what he is supposed to write. #TodorZhivkov

Sabtu, 22 Februari 2014

Menikmati Keheningan di Pantai Teluk Gosong


indah

Banyak objek wisata bahari di Kabupaten Kotabaru yang sudah terkenal. Biasanya ramai dikunjungi masyarakat, khususnya pada akhir pekan. Namun jika anda sudah jenuh dengan keramaian dan ingin sejenak menikmati keheningan, pantai di Desa Teluk Gosong Kecamatan Pulau Laut Utara mungkin bisa dijadikan pilihan.

Ibarat gadis, pantai di sepanjang tepian Desa Teluk Gosong ini boleh dibilang masih perawan. Baru segelintir orang yang tahu keelokannya, karena pemerintah daerah setempat juga belum mengelolanya sebagai tujuan wisata. Namun hal itu justru menjadikan kawasan ini terjaga kealamiannya. 

Lokasi pantai Teluk Gosong tak jauh dari Pntai Gedambaan Desa Sarang Tiung, hanya berjarak sekitar 4 kilometer, tepatnya di Jalan Raya Berangas kilometer 18, tidak ada pintu gerbang khusus untuk masuk ke pantai, juga tidak perlu membayar tiket. Kita cukup berhenti di tepi jalan atau turun di dermaga speedboat Teluk Gosong. Suasana yang sepi memberi kesan seolah kita bisa memiliki pantai ini untuk diri sendiri. 

Hanya terlihat beberapa penduduk setempat yang beraktivitas di dermaga, serta segerombol anak-anak yang tengah asyik memancing dan berenang. Pasti anda pun akan merasa ingin terus berlama-lama di sini. Karena jarang terjamah kaki manusia, tak heran kondisi Pantai Teluk Gosong masih sangat natural. Dengan pasir relatif bersih dan air biru kehijauan, ditambah serakan bebatuan yang menambah eksotis pemandangan, dan tentunya kedamaian yang tak dipunya pantai-pantai lain di Kotabaru yang lebih tenar. 

Jika anda sudah jenuh dengan keramaian dan ingin sejenak menikmati keheningan, pantai ini mungkin bisa jadi pilihan. Di sini, telinga anda hanya akan mendengar deburan ombak. Namun bila suatu saat anda berkesempatan ke sini, ingatlah selalu prinsip traveling lestari. Jangan ambil apapun kecuali gambar, dan jangan tinggalkan apapun kecuali jejak. Agar keindahan pantai teluk gosong tidak tercemar dan senantiasa terjaga kelestariannya.###

22 Ribu Warga Kotabaru Terancam Kehilangan Hak Pilih

Dari semua daerah di Kalimantan Selatan, jumlah pemilih yang bermasalah dengan nomor induk kependudukan atau NIK invalid di Kabupaten Kotabaru merupakan yang terbanyak, yakni mencapai 22 ribu orang. Minimnya anggaran dan kondisi geografis yang sulit, membuat verifikasi terlambat. Jika perbaikan data tidak selesai hingga tanggal 21 Februari, maka ribuan pemilih invalid tersebut bisa kehilangan hak pilih.

Mendekati pelaksanaan pemilu legislatif yang kurang dua bulan lagi, KPU Provinsi Kalimantan Selatan melakukan monitoring ke daerah, khususnya terkait persoalan daftar pemilih. Ada tiga kabupaten yang daftar pemilihnya masih bermasalah, yakni Kabupaten Banjar, Balangan, dan Kotabaru. 

Di Kotabaru sendiri ada 22 ribu pemilih yang nasibnya masih menggantung, baik karena belum merekam EKTP dan masih memegang KTP lama atau tidak memiliki dokumen kependudukan sama sekali, atau diistilahkan dengan NIK invalid, sehingga menyulitkan verifikasi.

"Daerah lain sudah clear, tinggal Kotabaru, Banjar, dan Balangan. Makanya kita dorong teman-teman KPU di sini untuk segera menyelesaikan. Tapi dari hasil laporan tadi sudah dikoordinasikan dengan Dinas Kependudukan, tinggal 10 persen," beber Komisioner KPU Provinsi Kalsel Nurkholis Majid.

Banyak kendala yang dihadapi KPUD Kotabaru dalam tahapan perbaikan data pemilih. Mulai anggaran di tingkat kecamatan yang kecil, letak geografis, keterbatasan SDM di kecamatan dalam mengoperasikan internet, hingga lemahnya koordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil.

"Kita akui ada keterlambatan dalam penyelesaian NIK invalid. Masalahnya macam-macam, tapi kami optimis bisa memenuhi target waktu penyelesaian," ucap Komisioner KPUD Kotabaru Nur Zazin.
KPU Provinsi Kalimantan Selatan memberi tenggat waktu kepada semua daerah yang daftar pemilihnya masih bermasalah untuk menyelesaikannya paling lambat tanggal 21 Februari. Diharapkan target dapat dipenuhi, agar tidak mengganggu tahapan pemilu yang lain.###

Jumat, 21 Februari 2014

Target Perda Tidak Tercapai

*Paripurna, Sepertiga Anggota Dewan Kotabaru Bolos

DPRD KAbupaten Kotabaru gagal merealisasikan target pembuatan peraturan daerah tahun 2013. Dari 12 rancangan perda yang diprogramkan, hanya delapan yang bisa diselesaikan pembahasannya sekaligus disahkan. Terkait hal ini para wakil rakyat tersebut menolak disebut kinerjanya buruk, tapi semata karena kehati-hatian agar perda yang dihasilkan berkualitas.

Empat raperda dari 12 raperda dalam program legislasi tahun 2013 yang gagal direalisasikan itu tetap dilanjutkan pembahasannya pada tahun 2014. Dan pada tanggal 7 februari tadi akhirnya disahkan juga. Menanggapi keterlambatan penyelesaian empat raperda ini, Ketua DPRD Kabupaten Kotabaru Alpidri Supian Noor menegaskan bahwa pihaknya dan eksekutif hanya bersikap hati-hati dalam pembahasan. 

Ia menolak jika disebut kinerja legislatif menurun, khususnya berkaitan dengan tahun politik. Meskipun pada rapat paripurna pengesahan empat raperda tersebut, sepertiga dari 35 anggota dewan membolos.

"Kita hanya berhati-hati dalam pembahasan. Kemudian ada studi banding, hasilnya juga perlu dibahas untuk disesuaikan. Tidak ada hubungan dengan penurunan kinerja terkait tahun politik," kilah politisi Partai Golkar itu.

Adapun empat raperda yang disahkan terdiri dari raperda penyelenggaraan perumahan dan pemukiman, raperda garis sempadan sungai, raperda kepariwisataan dan izin usaha kepariwisataan, serta raperda penyelenggaraan kesehatan. Semuanya dinilai urgen untuk menata kotabaru lebih baik serta meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Tidak Ada Dana Perpanjangan Landasan Bandara

Sebagai tuan rumah perayaan Hari Nusantara 2014 pada pertengahan Desember nanti, berbagai persiapan dilakukan pemerintah Kabupaten Kotabaru. Salah satunya mempercepat rencana perpanjangan landasan pacu Bandar Udara Gusti Syamsir Alam, agar bisa dilandasi pesawat berbadan besar untuk mengakomodir tamu dari berbagai penjuru nusantara, termasuk rombongan presiden. Namun rencana ini sendiri masih dihadang berbagai masalah, mulai lahan hingga anggaran.

Dalam APBN 2014, pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan yang membawahi Bandara Gusti Syamsir Alam tidak menyediakan anggaran untuk perpanjangan landasan. Kepala Bandara Gusti Syamsir Alam, Hariyanto, mengatakan bahwa pihaknya baru menerima kabar soal akan digelarnya Hari Nusantara di Kotabaru setelah anggaran diketok. Saat ini masalah pendanaan masih dikonsultasikan. Namun kemungkinan besar perpanjangan landasan sulit direalisasikan. 

Selain ketiadaan anggaran, juga karena masih banyak masalah di lapangan, seperti lahan dan jalan alternatif. Landasan pacu bandara saat ini sudah mepet jalan raya, sementara perpanjangan ke arah laut dihadang lahan milik Inhutani dan akses jalan  penduduk Stagen Laut. Belum lagi konstruksi bandara yang dulunya hanya dipersiapkan untuk penerbangan perintis, sehingga agar mampu menampung pesawat berbadan besar perlu waktu.

"Kemungkinan besar yang bisa kita lakukan hanya penambahan ketebalan landasan. Tahun 2013 tadi sudah 5 cm, rencana ditambah 7,5 cm," ungkap Haryanto.

Selain itu, pihaknya juga tengah melobi maskapai untuk menambah frekuensi penerbangan. Terlepas dari perhelatan Hari Nusantara, pengelola bandara memang sudah merencanakan perpanjangan landasan pacu dari saat ini 1650 meter hingga 2200 meter. Tapi realisasinya juga tergantung kesiapan pemerintah daerah. Sudah dua tahun ini masalah lahan dan jalan alternatif terkatung-katung karena pemerintah kabupaten dan DPRD kotabaru belum mencapai titik temu.

"Dewan bukan tidak mendukung, kita malah setuju bandara untuk dikembangkan. Hanya saja sudah layak atau belum untuk dikembangkan? Bagaimana kajiannya? Itu yang kami minta," sergah Ketua DPRD Kotabaru Alpidri Supian Noor.
 
Meskipun nantinya perpanjangan landasan pacu seperti diinginkan bupati kotabaru tidak terealisasi, menurutnya tidak akan mengganggu pelaksanaan hari nusantara. Peningkatan penumpang bisa diantisipasi dengan penambahan flight serta bekerja sama dengan bandara milik kabupaten tanah bumbu.###

Habis Miliaran, Jalan Desa Masih Rusak Berat


kubangan

Ruas jalan di perbatasan Kecamatan Kelumpang tengah dan Kelumpang Utara kabupaten Kotabaru rusak berat. Jalan poros yang menghubungkan Desa Senakin dengan Desa Pudi,  yang menjadi perbatasan dua kecamatan tersebut, menyerupai kubangan lumpur, dengan panjang jalan yang mengalami kerusakan parah sekitar lima kilometer. Padahal jalan ini merupakan jalan utama bagi kedua desa, serta akses untuk mengangkut hasil bumi, sehingga kondisi jalan yang demikian menyebabkan roda ekonomi penduduk desa tersendat.

Meski kaya sumber daya alam dan banyak perusahaan tambang batubara beroperasi, tidak serta merta membuat masyarakat yang tinggal di sekitarnya hidup sejahtera. Buktinya yang dialami warga dua desa di perbatasan kecamatan Kelumpang Tengah dan Kelumpang Utara ini, akses jalan yang mulus untuk mendukung perekonomian mereka masih sebatas mimpi. 

Setiap hari warga desa terpaksa melewati jalan yang mirip kubangan lumpur dan menuntut ekstra hati-hati. Kalaupun ada jalan pintas, kondisinya tidak lebih baik. Padahal menurut warga perbaikan jalan sudah dilakukan dua kali, berupa pengurukan batu dan pelebaran yang memakan lahan perkebunan warga, dengan menghabiskan anggaran miliaran rupiah. Nyatanya jalan tidak kunjung diaspal, bahkan kondisinya semakin parah dari sebelumnya.

rusak parah
"Dulu sebelum ada perbaikan, malah kondisi jalan lebih baik dari ini, walau masih jalan tanah. Padahal kan di sini banyak perusahaan tambang beroperasi, kemana pendapatan dari hasil tambang tersebut?" ucap seorang warga Desa Senakin.

Selain menjadi jalan utama desa, jalan ini juga merupakan akses penting untuk mengangkut hasil bumi ke kota. Jalan yang rusak parah hanya bisa dilalui kendaraan roda dua, sehingga tidak efisien dan menyebabkan biaya ekonomi tinggi.

"Ya truk tidak bisa lewat, terpaksa berhenti di sini. Padahal masih banyak di dalam-dalam itu yang harus diambil, terpaksa diangkut dengan sepeda motor," keluh H Jurkani, pengepul kelapa.
 
Sayangnya para pejabat Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Kotabaru yang hendak dikonfirmasi Kamis (21/2),  tak satupun yang berada di tempat, karena tengah mengikuti kegiatan di Jakarta. Warga sangat berharap perbaikan jalan desa yang menyeluruh segera direalisasikan, agar perekonomian mereka bisa membaik.###

Kotabaru Endemis DBD, Satu Orang Meninggal

Kabupaten Kotabaru merupakan daerah endemis Demam Berdarah Dengue (DBD). Tahun 2013 lalu, tercatat sedikitnya ada 54 kasus DBD. Sedangkan sepanjang Januari hingga Februari 2014, sudah ada delapan kasus, satu orang pasien diantaranya meninggal dunia.

Dinas Kesehatan Kotabaru pun kembali menggiatkan fogging atau pengasapan untuk membunuh nyamuk Aedes Eegypti penyebab DBD. Jumat (21/2) pagi tadi, fogging dilakukan disejumlah rumah penduduk di Jalan Pangeran Hidayat Desa Sebatung Kecamatan Pulau Laut Utara. 

Ini menyusul ditemukannya kasus DBD baru, yang membuat catatan kasus DBD sepanjang tahun 2014 ini di Kotabaru sudah mencapai delapan kasus. Sebelumnya kasus DBD ditemukan tersebar di sejumlah kawasan, yakni Semayap, Selakayang, Hilir Muara, Mandin, dan Rampa.

"Sepanjang tahun 2014 ini sudah ada delapan kasus, satu orang meninggal, tapi diduga terjangkitnya di Banjarmasin, bukan di Kotabaru. Kemudian untuk fogging ini sudah yang kedelapan kali kita lakukan.  Tapi fogging hanya salah satu cara pencegahan DBD, masih banyak langkah lainnya yang harus dilakukan," ujar Kepala Bidang P2PL Dinas Kesehatan Kotabaru dr Sudarsono yang ditemui dilokasi.

Fogging hanya mematikan nyamuk dewasa, tapi tidak ikut memberantas jentik-jentik. Oleh sebab itu, diperlukan peran serta masyarakat untuk menerapkan 4M plus. Yakni, menutup dan menguras tempat-tempat penampungan air, mengubur barang-barang bekas yang bisa menampung air, mengawasi tempat-tempat tumbuh kembang nyamuk, plus menghindari gigitan nyamuk, baik dengan menggunakan obat nyamuk atau memasang kelambu saat tidur.

Sementara itu, diluar delapan kasus DBD yang sudah positif, banyak kasus yang  masih sebatas dugaan. Dinas Kesehatan Kotabaru menemukan ada kecenderungan perubahan gejala-gejala DBD pada penderita, seperti peningkatan suhu tubuh yang teorinya memiliki jangka waktu tertentu, pada kasus-kasus terbaru tidak lagi berlaku, dimana suhu tubuh penderita langsung melonjak tinggi. Namun belum ada penjelasan ilmiah lebih lanjut terkait temuan ini.###

WOW

Lamanyaaaaaaaa blog ini mati suri -__________________-

Maafkan. Admin juga manusia, bisa galau, hihihi...

Anyway, blog ini bakal kembali eksis. Karena saya sekarang bertugas di Kabupaten Kotabaru, jadi tulisan-tulisan berikutnya bakal merangkum tugas peliputan saya selama menjelajah kawasan ujung tenggara Kalimatan Selatan ini. 

Semoga bermanfaat : )