BANJARMASIN – Tingkat hunian hotel di Banjarmasin rata-rata mengalami penurunan pada awal bulan Ramadan tadi seiring dengan berkurangnya intensitas kegiatan bisnis.
Seperti diungkapkan Room Division Manager Nasa Hotel Banjarmasin Yandriy Rumajar kemarin, penurunan tingkat hunian mencapai sekitar 25 persen.
“Pasti berkurang jauh daripada bulan biasa, saya rasa hotel-hotel lainnya begitu,” ujarnya.
Ia mengatakan, tamu yang menginap kebanyakan memang kalangan pebisnis, terutama dari luar kota yang datang untuk mengadakan pertemuan atau rapat-rapat.
“Kalau kegiatan mereka berkurang, otomatis tingkat hunian akan turun,” imbuhnya.
Mengantisipasi kondisi tersebut, paket promo dengan harga murah dan berbagai kemudahan selama bulan Ramadan menjadi andalan manajemen hotel untuk menggaet tamu agar tetap mengalir.
“Seperti paket kamar plus takjil dan sahur sehingga tamu tidak perlu pergi kemana-mana, cukup turun ke coffe shop atau di kamar saja,” katanya.
Hal itu turut diamini Public Relations Swiss-Belhotel Borneo Banjarmasin Dessy Nathalia. Selama bulan Ramadan, pihaknya juga menyiapkan paket promo khusus di samping paket-paket reguler.
“Diawal Ramadan, tingkat hunian turun antara 20-30 persen. Tamu yang datang ke hotel ini kan mayoritas pelaku bisnis. Nah, mungkin diawal puasa mereka ingin bersama keluarga di rumah dulu,” jelasnya.
Paket promo yang ditawarkan sendiri merupakan paket kamar dengan compliment sahur, buka puasa, dan jalan-jalan ke Pasar Wadai. Meski tarifnya lebih mahal dari paket yang lain, namun diyakini tidak akan memengaruhi tamu yang menginap.
“Tergantung tamunya sendiri. Kalau mau lebih hemat, bisa mengambil paket biasa,” tambahnya.
Sementara itu, memasuki pertengahan Ramadan, tingkat hunian hotel dirasa mulai membaik. Selain lokal, tamu-tamu asing juga cukup ramai.
“Sekarang sih sudah normal, tingkat hunian kalau weekday sekitar 80 persen dan weekend sekitar 60 persen,” ucapnya.
Seperti diungkapkan Room Division Manager Nasa Hotel Banjarmasin Yandriy Rumajar kemarin, penurunan tingkat hunian mencapai sekitar 25 persen.
“Pasti berkurang jauh daripada bulan biasa, saya rasa hotel-hotel lainnya begitu,” ujarnya.
Ia mengatakan, tamu yang menginap kebanyakan memang kalangan pebisnis, terutama dari luar kota yang datang untuk mengadakan pertemuan atau rapat-rapat.
“Kalau kegiatan mereka berkurang, otomatis tingkat hunian akan turun,” imbuhnya.
Mengantisipasi kondisi tersebut, paket promo dengan harga murah dan berbagai kemudahan selama bulan Ramadan menjadi andalan manajemen hotel untuk menggaet tamu agar tetap mengalir.
“Seperti paket kamar plus takjil dan sahur sehingga tamu tidak perlu pergi kemana-mana, cukup turun ke coffe shop atau di kamar saja,” katanya.
Hal itu turut diamini Public Relations Swiss-Belhotel Borneo Banjarmasin Dessy Nathalia. Selama bulan Ramadan, pihaknya juga menyiapkan paket promo khusus di samping paket-paket reguler.
“Diawal Ramadan, tingkat hunian turun antara 20-30 persen. Tamu yang datang ke hotel ini kan mayoritas pelaku bisnis. Nah, mungkin diawal puasa mereka ingin bersama keluarga di rumah dulu,” jelasnya.
Paket promo yang ditawarkan sendiri merupakan paket kamar dengan compliment sahur, buka puasa, dan jalan-jalan ke Pasar Wadai. Meski tarifnya lebih mahal dari paket yang lain, namun diyakini tidak akan memengaruhi tamu yang menginap.
“Tergantung tamunya sendiri. Kalau mau lebih hemat, bisa mengambil paket biasa,” tambahnya.
Sementara itu, memasuki pertengahan Ramadan, tingkat hunian hotel dirasa mulai membaik. Selain lokal, tamu-tamu asing juga cukup ramai.
“Sekarang sih sudah normal, tingkat hunian kalau weekday sekitar 80 persen dan weekend sekitar 60 persen,” ucapnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar