A good journalist is not the one that writes what people say, but the one that writes what he is supposed to write. #TodorZhivkov

Senin, 22 Agustus 2011

Motor Sport Jadi Andalan

BANJARMASIN – Tren motor sport kini tengah melanda para pecinta motor, terutama yang ingin tampil ala street fighter. Tak heran, para produsen sepeda motor dunia pun ramai-ramai memperkuat produk di segmen ini.

Seperti diakui Direktur PT Budi Bersama Makmur Main Dealer TVS Kalselteng Budi Kristyantoro, bahwa motor sport menjadi salah satu andalan pihaknya saat ini dalam meniti pasar.

Diungkapkannya, hampir lima puluh persen penjualan motor TVS di wilayah Kalimantan Selatan dan Tengah didominasi oleh motor sport.

“Motor sport yang kita produksi fiturnya serba digital. Di kelas yang sama, belum ada yang menerapkan teknologi itu,” ujarnya saat ditemui di kantor baru TVS di Jl A Yani kilometer 3,5 Banjarmasin.

Di samping motor sport, pada tahun ini pihaknya juga fokus untuk memasarkan varian motor bebek baru berkapasitas 150 cc yang telah diluncurkan beberapa bulan lalu. Motor bebek baru ini ikut dilengkapi teknologi yang tidak dipunyai merek lain, yakni teknologi turbo.

“Kita berharap kedua produk ini bisa jadi andalan karena kualitasnya sangat kompetitif. Sama-sama garansi tiga tahun, bahkan untuk motor bebek sampai lima tahun,” tuturnya.

Mesin yang digunakan, lanjutnya, juga sudah teruji di ajang-ajang balap, baik di tingkat nasional maupun internasional.

“Kami hanya perlu waktu sedikit lebih panjang lagi. Kompetitor sudah 30 tahun di Indonesia, sedangkan kami baru tiga tahunan,” katanya.

Meski demikian, dengan menawarkan harga yang cenderung lebih miring, pihaknya cukup optimis bisa bersaing dengan merek lain, khususnya pabrikan Jepang yang kiprahnya sudah jauh lebih panjang.

“Masyarakat yang berada di kelas low pasti berlomba-lomba untuk meningkatkan taraf hidup, setidaknya ke level middle. Nah, di situ kita masuk dengan menawarkan harga motor yang berada di antara kisaran harga motor bekas dengan motor Jepang,” tukasnya.

Sementara itu, disinggung soal penjualan, ia mengatakan bahwa target yang dibuat tidak terlalu muluk, yakni sekitar lima ribuan unit pertahun dengan tingkat pertumbuhan mengikuti target nasional antara 10-20 persen. Hal ini mengingat kiprah TVS yang masih seumur jagung, serta jaringan bisnis yang masih perlu dikembangkan.

“Semua kabupaten di Kalteng sudah terkover, sedangkan di Kalsel masih ada beberapa titik yang kosong dan tengah dalam proses, terutama di Hulu Sungai,” terangnya.

Tidak ada komentar: