Korban Longsor Pengambangan Tagih Janji Bantuan
BANJARMASIN – Sejumlah warga korban tanah longsor di Jl
Pengambangan Luar RT 09 Kelurahan Pengambangan Kecamatan Banjarmasin Timur
Selain setahun lalu menuntut bantuan yang dijanjikan pemerintah yang belum
terealisasi hingga kini.
Selain memutus badan jalan, longsor yang terjadi pada dini
hari bulan Agustus 2011 itu juga menghanyutkan lima buah rumah yang berdiri di
tepi sungai beserta isinya. Meski tak ada korban jiwa, namun lima kepala
keluarga yang terdiri dari 17 orang kehilangan tempat tinggal.
Salah seorang korban, Hadransyah (42) mengatakan, relokasi
dan bantuan lain yang konon dijanjikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah
(BPBD) Provinsi Kalimantan Selatan tak kunjung terealisasi. Saat ini, ia dan
para korban lainnya tinggal di rumah bedak tak jauh dari lokasi longsor. Biaya
sewa perbulan Rp 250 ribu dirasa cukup berat, apalagi longsor juga menelan
tempat usaha mereka.
“Dulu saya jualan soto, mau jualan lagi mencari tempatnya
tidak dapat. Akhirnya bertukang saja, itupun kadang-kadang. Seperti sekarang,
dua bulan sudah istirahat,” tuturnya.
Menurutnya, para korban longsor dijanjikan akan diberi tanah
plus bantuan uang tunai sebesar Rp 15 juta perkeluarga. Sejauh ini, bantuan
yang sudah diterima hanya dari Pemerintah Kota Banjarmasin sebesar Rp 2,5 juta
perkeluarga. Dua pekan silam, pihaknya berinisiatif kembali menagih janji itu untuk
yang kesekian kali.
“Dulu katanya tinggal tunggu persetujuan gubernur. Tapi ditunggu-tunggu tidak jelas. Kami merasa
dipermainkan,” ucapnya.
Dituturkannya, proposal permohonan bantuan yang baru sudah disampaikan
ke pemerintah kota. Seminggu yang lalu, perwakilan warga juga menyambangi
kantor BPBD Provinsi Kalsel. Pejabat di lingkungan BPBD Provinsi Kalsel yang
coba dikonfirmasi terkesan pelit memberi keterangan. Informasi diperoleh dari
salah satu staf bidang logistik, Hasan, pihaknya hanya melakukan pencocokan
berkas.
Terpisah, Kepala BPBD Kota Banjarmasin M Hilmi melalui
Kepala Seksi Rekonstruksi dan Rehabilitasi Ruslinoor membenarkan ada proposal
baru yang dimasukkan warga. Isinya termasuk permohonan bantuan rumah.
“Kita terima, kita konsultasikan ke provinsi karena dari
pemko kan tahun 2011 sudah ada membantu. Tapi dari BPBD provinsi katanya tidak
ada dana,” katanya.
Ditambahkannya, memang pernah mendengar BPBD provinsi mau
mengusulkan bantuan rumah untuk warga. Pihaknya pun menyarankan warga agar
bertemu dengan walikota untuk menyelesaikan permasalahan ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar