Reses Hanya Diikuti 15 Orang
BANJARMASIN – Setelah dua kali gagal, akhirnya anggota DPRD
Kota Banjarmasin melaksanakan reses pertama di tahun 2012. Namun, hanya 15
orang dari 45 anggota yang mengonfirmasi ke pihak sekretariat dewan akan mengikuti
reses selama dua hari yang dimulai hari ini (14/12) hingga besok (15/12).
Sedang dua pertiga sisanya mangkir dengan berbagai alasan.
Diantaranya 10 anggota dewan dari Fraksi Partai Demokrat, termasuk Ketua DPRD
Kota Banjarmasin Abdul Gais. Saat dikonfirmasi, ia mengaku tengah berada di
luar daerah menghadiri acara partai.
“Kalau kita (Fraksi Partai Demokrat) pas berbarengan acara
partai. Nanti (reses) kita jadwalkan lagi,” ujarnya.
Acara dimaksud adalah silaturahmi nasional (silatnas) Partai
Demokrat yang diselenggarakan pada 14-15 Desember, bertempat di Sentul City
International Convention Center Bogor Jawa Barat.
Kelima anggota dewan dari Fraksi Partai Amanat Nasional
(PAN) juga kompak tak ikut reses dengan alasan berbeda. Salah satu anggota
Fraksi PAN Ismina Mawarni mengatakan, ketua fraksi menginstruksikan untuk tidak
mengikuti reses yang sekarang menerapkan sistem perorangan karena khawatir
anggaran yang dialokasikan tidak cukup. Setiap anggota dewan mendapat Rp 7 juta
untuk menggelar dua kali pertemuan dengan 100 orang peserta.
“Sebelumnya Rp 20 juta peranggota dewan, turun Rp 10 juta,
lalu turun lagi jadi Rp 7 juta. Membingungkan,” katanya.
Belum lagi di awal tiap anggota dewan harus menggunakan uang
pribadi, setelah reses selesai baru diganti. Selain itu, dana yang disiapkan
tidak memasukkan uang transportasi untuk warga yang diundang mengikuti
pertemuan. Pihaknya takut peserta banyak tidak hadir atau lebih banyak dari
yang diundang sehingga harus menombok.
Untuk Fraksi Partai Golkar, sejak awal memang sudah menolak
sistem perorangan dan menghendaki reses tetap dilaksanakan secara berkelompok
seperti sebelumnya. Anggota dewan dari Fraksi Golkar
Matnor Ali menegaskan, kelima anggota fraksinya tidak akan mengikuti reses karena mekanisme sistem perorangan yang ribet dan riskan penyimpangan penggunaan anggaran.
Matnor Ali menegaskan, kelima anggota fraksinya tidak akan mengikuti reses karena mekanisme sistem perorangan yang ribet dan riskan penyimpangan penggunaan anggaran.
“Sebenarnya selama ini reses sudah berulang kali, karena pengertian
reses itu kan menampung aspirasi masyarakat. Cuma dalam satu tahun itu memang
ada waktu khusus untuk reses dan menggunakan dana APBD,” tukasnya.
Sementara itu, anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera
(PKS) Aliansyah mengatakan, sesuai kesepakatan seluruh anggota fraksi akan
turun ke lapangan. Soal tidak ada alokasi uang transportasi untuk masyarakat,
menurutnya sudah dikomunikasikan kepada konstituen.
“Saat rapat ketua-ketua fraksi, infonya hanya satu fraksi
saja yang menolak sistem perorangan. Kami tentu berharap teman-teman yang sudah
menyatakan setuju menjalankan reses. Jangan sampailah dewan dikatakan tidak
bekerja,” ucapnya.
Ketua Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP)
Mahrita mengatakan, hanya satu dari empat anggota fraksinya yang tidak ikut
reses karena alasan waktu persiapan yang mepet.
“Saya tidak bisa memaksa.Memang perlu waktu menyiapkan
segala sesuatunya, tempat, peserta, sedang waktunya mepet. Tapi kalau saya
pribadi tidak terlalu terbenani, untuk kepentingan kita juga kok,” imbuhnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar